Kehidupan di Dunia, Kesenangan yang Menipu

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Berikut adalah postingan pertama saya pada blog yang baru saya buat ini. Topik pertama yang ingin saya sampaikan melalui blog ini yaitu perihal pesan yang terkandung di dalam Al Qur’an Qs. Al Hadiid ayat 20 – 24. Begitu membaca ayat-ayat tersebut, yang terbesit dalam benak saya ialah ingin menyebarluaskan makna pesan tersebut kepada halayak ramai. Berikut bunyi ayat tersebut yang begitu mempesona dan membuat saya berfikir:

ayat 20:

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Catatan:

Pada ayat ini kembali dikhiaskan kehidupan di dunia layaknya  ladang bagi petani. Menurut hemat saya, karena memang begitulah maksud hidup di dunia, yaitu tidak lain daripada sebuah ladang untuk menanam amal kebaikan, menjalankan dan mengikuti perintah dan petunjuk Allah yang terdapat dalam Kitabullaah. Kemudian menuai segala perbuatan kita selama hidup di dunia untuk mendapatkan balasannya di akhirat. Bila amal kebaikan yang kita tanam, maka surga balasannya; bila dosa yang kita tanam, maka  neraka balasannya sebagai hukuman dari Allah. Demikian antara amal baik dan buruk ditimbang oleh Sang Maha Adil, Allah SWT.

ayat 21:

Berlomba-lombalah kamu kepada mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Catatan:

Bukanlah mustahil atas dosa-dosa kita yang begitu banyak dapat diampuni oleh Allah, apabila kita memohon ampun dan bertaubat, karena Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat.

ayat 22:

Tiada suau bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Catatan:

Maksud daripada bencana menurut saya ialah dalam cakupan yang general, baik itu kesempitan rizki, musibah/bencana alam dalam arti kata sesungguhnya, maupun penyakit, dan cobaan-cobaan hidup lainnya.

ayat 23:

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira* terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

* note: yang dimaksud dengan terlalu gembira ialah gembira yang telah melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, ketakaburan, dan lupa kepada Allah,

Catatan:

Maksud dari “jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu” ialah dimaksudkan agar kita senantiasa bersabar dalam menghadapi segala macam cobaan, sedangkan maksud dari “jangan terlalu gembira” tentunya larangan agar kita tidak berlebihan yang membuat kita takabur dan sombong.

ayat 24:

(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.

Catatan:

Ayat ini merupakan sambungan dari ayat sebelumnya, dimana Allah tidak menyukai orang-orang yang kikir dan/atau yang menyuruh orang lain berbuat kikir.

Demikian pesan-pesan yang terkandung dalam Qs. Al Hadiid ayat 20 – 24, yang pada intinya mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, dan tidak lain hanyalah sebuah media bercocok amal kebaikan, agar kelak di akhirat kita mendapatkan balasan yang indah, karena kita kekal di dalamnya.

Sekali lagi, ini soal iman, soal keyakinan. Saya memilih untuk tetap yakin dan beriman terhadap perintah-perintah Allah, terhadap cerita dan keterangan-keterangan, wahyu Allah yang terkandung di dalam Al Qur’an, yang kesucian dan kemurniannya dijamin oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Semoga kita semua senantiasa diberikan nikmat iman, dan senantiasa mengamalkan perintah dan ajaran Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Amin

Wassalamualaikum,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s